Ini bukanlah pesan, melainkan sebuah nasihat untuk diri sendiri. Sebuah catatan yang (mungkin) mampu menginspirasi mereka yang masih kurang pandai dalam melakukan manajemen waktu, termasuk saya sendiri. Padahal, konsep manajemen waktu itu merupakan pemahaman dasar yang justru ditekankan di masa-masa awal mahasiswa, khususnya di ajang LKMM Pra Dasar. Sebuah bukti sahih bagaimana aplikasi pengaturan waktu ideal merupakan kebutuhan dasar seorang pelajar di tingkatan universitas.
Seringkali kita mendengar petuah bahwa kita lah yang seharusnya mengatur waktu, bukan sebaliknya. Waktu akan menjadi sebuah momen yang mengantarkan pemiliknya menuju kejayaan manakala ia mampu memanfaatkannya secara oportunis. Sebaliknya, jika seseorang tidak bijak dalam menggunakan waktunya, atau dalam kata lain ia seperti diatur waktu, maka orang tersebut akan terombang-ambing dalam ketidakpastian dunia. Ia hanya seperti menjadi sesosok jasad yang tidak memiliki arahan yang konkret.
Mengaplikasikan konsep manajemen waktu memang tidak semudah ketika kita membicarakannya dari segi teori. Mengatur waktu memang tidak semantap ketika menggoreskannya dalam sebuah kertas dengan menggunakan sebuah pena hitam. Dan memanfaatkan waktu untuk dikonversi menjadi sebuah momen yang bermanfaat memang tidak lebih gampang dibandingkan ketika kita menerima godaan untuk berhenti bekerja dengan dalih “istirahat”. Sulit memang, begitu pula dengan saya sendiri. Meski demikian bukan berarti kita akan membiarkan diri kita terbawa arus waktu yang pada akhirnya akan menggerus kita dalam perputaran roda kehidupan. Jika kita tidak mampu membuat waktu itu menurut pada kita, maka cara yang dapat kita lakukan adalah bergerak lebih cepat dan pintar dari waktu itu sendiri.
Kesibukan adalah satu-satunya cara yang akan membuat kita mampu melebihi kecepatan waktu. Menumpuk sebanyak-banyaknya kesibukan –namun tetap disesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan diri kita– akan menjadikan kita lebih menghargai waktu itu sendiri. Ketika tubuh ditekan dengan berbagai macam tuntutan dan kewajiban, maka jiwa akan memaksa raga untuk tetap bergerak, dinamis melawan kecepatan waktu yang notabene sangat singkat, dimana planet Bumi hanya menyediakan 24 jam setiap harinya.
Untuk itulah, untuk dapat menjalani hidup dengan baik sebenarnya kita tidak perlu terlalu tegas pada waktu dengan mengaturnya secara detail. Kita juga tidak perlu membuat perencanaan yang terlalu rumit untuk menjadikan kita mampu mengendalikan waktu, bukannya sebaliknya. Namun seharusnya kita mampu menjadikan waktu itu layaknya manajer kita sendiri. Melalui kesibukan yang padat, awalnya kita lah yang mengatur waktu. Otak kita akan dipaksa membuat sebuah pola pikir yang sistematis, mana saja target-target yang merupakan prioritas, mana pula yang dapat ditunda untuk dilakukan setelah poin-poin yang lebih urgen. Cukup itu saja, tidak perlu terlalu detail. Setelah itu, waktulah yang akan menjadi cambuk bagi kita untuk terus melakukan dinamisasi kehidupan, menuntut kita untuk menepati janji kepada diri kita sendiri, mengancam dengan konsekuensi yang akan merugikan diri kita manakala janji itu terbengkalai, serta meningkatkan kedisiplinan untuk menjadikan kita menjadi manusia yang visioner. Semua itu tidak akan dapat dilakukan oleh mereka yang menganggur dan memiliki banyak waktu yang kosong.
Seorang sahabat mengatakan, mereka yang memiliki banyak aktivitas maka tidurnya adalah sebuah istirahat. Sedangkan mereka yang lebih banyak menganggur maka tidurnya adalah sebuah kesia-siaan karena hidupnya lebih banyak digunakan untuk hal-hal yang tidak penting dan tidak bermakna. Karena itulah, memadatkan waktu dengan hal-hal yang berguna adalah satu-satunya cara bagi kita untuk mengatur waktu sekaligus menjadikan waktu itu sebagai manajer yang akan mengatur hidup kita ke arah kedisiplinan yang ia tuntut.
NB: Ini cuma sedikit nasihat untuk diri sendiri yang masih belum terlalu pandai dalam mengatur waktu. Namun manakala tulisan ini dapat bermanfaat untuk orang lain, itu jauh lebih baik.:-)
Sumber : http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150133678512082
No comments:
Post a Comment